Prof. Andi Iqbal Burhanuddin, salah seorang guru besar muda dari Fakultas Ilmu
Kelautan dan Perikanan menyatakan bahwa “Unhas membutuhkan pemimpin yang
“transformasional”, yakni pemimpin yang mampu membangkitkan inspirasi pada orang lain, mampu
meneguhkan etika akademik, membangun integritas kepemimpinan yang dapat menggerakkan
budaya akademik". Demikian Ikbal, mantan PDIII, menulis untuk CDI baru-baru ini. Tentu kita semua tahu, siapa yang dimaksud guru besar alumni Jepang
ini.
Dari beberapa calon rektor yang siap bertarung, 2 calon dari sumberdaya kedokteran akan menjadikan suara kedokteran pecah; Irawan Yusuf dan Andi Wardihan Sinrang, dan ini menguntungkan bagi calon lainnya. Masalah lain yang dihadapi oleh Andi Wardihan Sinrang adalah munculnya kandidat yang mengusung isu gender; Dwia Aries Tina yang keduanya memiliki pengaruh kuat karena keduanya tengah menjadi bagian dari kepemimpinan yang sedang berlangsung, sehingga suara Rektor sangat menentukan.
Suatu hari Rektor Unhas, Prof. Idrus, menyatakan bahwa "saya tidak mengarahkan seorang calon rektor pengganti saya, silahkan berbuat sehingga penilaian orang jatuh ke tangan anda", mungkin pernyataan ini ada benarnya karena terdengar 2 orang wakil rektor siap bertarung untuk memperebutkan kursi nomor satu unhas. Ketika seseorang diangkat menjadi wakil rektor tentu karena orang itu dipandang memiliki record yang baik, namun di pihak lain, dekan Fak. Kedokteran juga Irawan Yusuf juga akan ikut dalam suksesi ini, maka bertambahlah "kehati-hatian" seorang rektor untuk mengarahkan pilihannya. Rektor Unhas, sebagai seorang sumber daya Fak. Kedokteran, sudah barang tentu tahu bagaimana ia harus memposisikan seorang dekan sebagai orang nomor satu di fakultasnya. Tapi entah lah nanti bagaimna faktanya.
Pengirim: Rakhmad
*)Jika Anda memiliki opini (+/50 kata) terkait dengan pemilihan Rektor Unhas, kirim ke calrek.uh@gmail.com. Tulis nama lengkap foto adalah lebih baik.

Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusProf.Irawan, potret pemimpin yg low profile,scientific yg keilmuannya diakui. Dilevel nasional,managerial teruji sertan berani melakukan terobosan,keberanianx menegertik kepemimpinn prof -drus merupakan buktibliau bukan pemimpin yg senang cari muka
BalasHapus